Sunday, February 5, 2017

Kasad Australia temui Panglima TNI, bahas penghinaan Pancasila?

POKER ONLINE

Poker Online - Kasad Australia temui Panglima TNI, bahas penghinaan Pancasila?

Poker Online - Panglima Angkatan Darat Australia Letnan Jenderal Angus Campbell akan mendatangi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono. Campbell akan berada di Jakarta Rabu (8/2) mendatang.

Dilansir Reuters, Minggu (5/2), Pertemuan ini merupakan yang pertama sejak TNI membekukan seluruh kerja sama dengan AD Australia, saat ditemukannya materi mengganggu dalam latihan militer di markas pasukan elite SASR.

Usai mendapatkan laporan itu, Jenderal Gatot langsung memutuskan kerja sama, di mana terdapat sejumlah materi pembelajaran mendiskreditkan TNI, bangsa Indonesia dan ideologi. Di antaranya terkait masalah Timor Timur, dan kemerdekaan Papua, serta adanya penghinaan terhadap prinsip Pancasila.

Meski demikian, belum diketahui agenda dari pertemuan tersebut. Baik TNI maupun juru bicara Kementerian Pertahanan Australia Marise Payne enggan memaparkan detail pertemuan.

Sebelumnya, TNI Mayjen Wuryanto menyatakan seluruh kerja sama militer dengan Australia dihentikan untuk sementara. Hal itu antara lain disebabkan ada pelecehan terhadap lambang negara Pancasila saat Prajurit Kopassus tengah melatih pasukan khusus di Australia.

"Ya ada masalah itu dan ada beberapa hal yang masih harus kita kaji lagi agar hubungan kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak,"ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (4/1).

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengatakan dia telah diberitahu mengenai penghentian sementara kerja sama militer ini.

Stasiun televisi ABC di Australia sudah mendapat konfirmasi bahwa seorang instruktur dari TNI yang tengah melatih militer Negeri Kanguru merasa ada materi yang terpampang di markas militer Australia di Perth yang menghina Pancasila.Pokervqq

Kepala Angkatan Udara Australia Marsekal Mark Binskin sudah melayangkan surat kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai kasus ini pada 23 November lalu.

Baca berita misteri klik poker online

 

No comments:

Post a Comment